Monday, May 16, 2016

Ilmuwan dan Ulama terkenal sepanjang masa


Ahmad bin Muhammad bin Ya'qub bin Miskawaih (320-21H/932-1030M).

Nama lengkapnya Ahmad bin Muhammad bin Ya'qub bin Miskawaih, tetapi lebih dikenal dengan nama  Ibnu Miskawaih atau Maskawaih. Nama itu diambil dari nama kakeknya yang semula beragama Majusi (Persia), kemudian masuk Islam. Julikannya adalah Abu 'Ali, yang merujuk kepada sahabat 'Ali bin Abi Talib. Di samping itu, ia juga bergelar al-Khazin yang berarti bendaharawan/menteri keuangan itu berlangsung pada masa kekuasaan 'Adud ad-Daulah dari Bani Buwaih (al-Dawlah al-Buwaihiyyah).

Ibnu Miskawaih dilahirkan di Rayy (Teheran, di Iran sekarang). Para penulis sejarah berselisih pendapat tentang tanggal kelahirannya. Namun pendapat umum mengatakan Miskawaih lahir pada tahun 330 H/942 M, dan meninggal dunia pada tanggal 9 Safar 421H/16 Februari 1030 M.

Tidak banyak informasi yang menjelaskan riwayat pendidikannya. Menurut sejarawan Ahmad Amin, pendidikan anak-anak pada zaman Dinasti Abbasiyah pada umumnya dimulai dengan belajar membaca, menulis, mempelajari Al-Quran dan dasar-dasar bahasa Arab (Nahwu) serta membuat syair. Dilanjutkan dengan mempelajari ilmu fikih, sejarah, matematika, dan ilmu-ilmu praktis seperti ilmu musik, catur dan militer. Ibnu Miskawaih sendiri belajar sejarah dari Abu Bakar Ahmad bin Kamil al-Qadi, belajar filsafat dari Ibnu al-Akhmar, dan belajar kimia dari Abu Tayyib. Ia juga berkawan dengan para ilmuwan lain, diantaranya Ibnu Sina.

Ibnu Miskawaih dikenal sebagai sejarawan besar, kemasyhurannya melebihi pendahulunya, yaitu At-Tabari. Ia adalah seorang dokter, penyair, ahli bahasa, dan filosof Muslim yang mampu memadukan metode pemikiran Yunani dan Islam. Di samping itu, ia juga ahli dalam bidang filsafat Romawi, India, Arab dan Persia. Miskawaih memiliki perhatian besar terutama pada filsafat etika Islam. Hal ini terlihat dari berbagai buku atau karyanya, diantaranya:

1. Risalah fi al-Lazzat wa al-Alam.
2. Risalah fi at-Tabi'at.
3. Risalah fi Jauhar an-Nafs.
4. Maqalat an-Nafs wa al-Aql.
5. Fi Isbat as-Suwar al-Ruhaniyat allati la Yabula Lama, min Kitab al-Aql wa al-Ma'qul.
6. Ta'rif li Miskawaih Yumayyizu bihi bain ad-Dahr wa az-Zaman.
7. Tahzib al-Akhlaq wa Tatthir al-A'raq.
8. Risalah fi jawab fi Su'al li 'Ali ibn Miskawaih Ila Abi Hayyan as-Sauli fi Haqiqat al-'Adl.

Oleh sebab itu, Ibnu Miskawaih menjadi ilmuwan Muslim pertama di bidang filsafat akhlak.

Abu Musa Jabir bin Hayyan (750-803)

Orang Barat mengenalnya dengan sebutan 'Geber'. Abu Musa Jabir bin Hayyan lahir di Kufah pada tahun 750 M. Sumbangan terbesar Jabir bin Hayyan dalam ilmu pengetahuan adalah di bidang kimia. Keahlian itu didapatnya dari seorang guru bernama Barmaki Vizier, tepatnya pada era pemerintahan Harun ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan teknik percobaan secara terencana dan beraturan di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali.

Jabir menekankan bahwa jumlah zat itu berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi. Penemuan Jabir itu dapat dipandang telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap. Sumbangan lainnya yang penting antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi (pengabluran atau penjernihan), distilasi (pemanasan benda cair atau padat menjadi uap), kalsinasi (pemanasan suatu benda hingga temperaturnya tinggi), sublimasi (proses perubahan langsung zat padat menjadi cair), dan penguapan serta pengembangan peralatan untuk melakukan proses-proses tersebut.

Jabir juga menulis kitab-kitab penting bagi pengembangan ilmu kimia, antara lain: 

1. Kitab al-Kimya.
2. Kitab al-Sab'in. 
3. Kitab ar-Rahmah.
4. At-Tajmi.
5. Al-Zilaq al-Sarqi.
6. Book of the Kingdom.
7. Book of Eastern Mercury.
8. Book of Balance.


Ilmuwan dan Ulama Terkenal Sepanjang Masa


Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Gazali al-Tusi al-Syafi'i (450-505H/1058-1111M)


Nama lengkap Imam al-Gazali ialah Muhammad bin Ahmad al-Imam al-Jalil Abu Hamid at-Tusi al-Gazali, lahir di Tysi (daerah Khurasan di wilayah Persia ( Iran sekarang ) pada tahun 450 H/1058 M. Ayahnya seorang pemintal benang dan ahli tasawuf yang hebat.

Pada masa kecilnya, Al-Gazali sudah belajar ilmu fiqih kepada Syekh Ahmad bin Muhammad ar-Razikani, teman ayahnya sekaligus orang tua asuhnya. Selain itu, ia belajar kepada Imam Abi Nasar al-Isma'ili di negeri Jurjan. Al-Gazali kemudian berangkat ke Nisafur dan belajar kepada Imam al-Haramain al-Juwaini, guru besar di Madrasah Nizamiyah Nisafur. Dengan cepat Al-Gazali dapat menguasai ilmu-ilmu pengetahuan pokok, seperti ilmu mantiq (logika), filsafat, dan fikih mazhab Syafi'i karena kecerdasannya, Imam al-Haramain mengatakan bahwa Al-Gazali itu adalah "lautan tak bertepi".

Setelah Imam al-Haramain wafat, Al-Gazali meninggalkan daerah Naisabur (Nisafur), ia pergi ke Mu'askar dan mengunjungi Perdana Menteri Nizam al-Muluk, atas permintaan Bani saljuk. Al-Gazali disambut dengan penuh hormat sebagai seorang ulama besar. Pada tahun 484 H/1091 M, Nizam al-Muluk akhirnya melantik Al-Gazali sebagai guru besar dan mengajar pada Perguruan TingginNizamiyah, Baghdad. Di samping menjadi guru besar, Al-Gazali diangkat sebagai mufti. Tugasnya membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam masyarakat.
Al-Gazali selalu hidup berpindah-pindah, khususnya untuk mendalami ilmu pengetahuan. Setelah dari Baghdad, dia berangkat ke Syam, menetap hampir 2 (dua) tahun untuk berlatih membersihkan diri, menyucikan hati dengan mengingat Allah, juga i'tikaf di mesjid Damaskus. Berikutnya pindah ke Palestina untuk mengunjungi kota Hebron dan Jerussalem. Kedua kota itu merupakan tempat para Nabi mendapat wahyu pertama dari Allah, semenjak dari Nabi Ibrahim sampai Nabi Isa. Al-Gazali juga berangkat ke Mesir, pusat kemajuan dan kebesaran Islam kedua sesudah Baghdad. Dari kota Kairo, ia melanjutkan perjalanan ke Iskandariyah di Mesir. Setelah itu, ia berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, juga berziarah ke kuburan Nabi Ibrahim. Akhirnya, Al-Gazali kembali ke Naisabur dan mendirikan Madarasah Fiqh, sekaligus asrama (khanaqah) untuk melatih para mahasiswa dalam paham dan amalan sufi.

Al-Gazali menulis banyak kitab di berbagai bidang ilmu pokok pada zamannya, antara lain tentang tafsir Al-Quran, ilmu kalam, usul fikih, fikih, tasawuf, mantiq, filsafat, dan lain-lain. Beberapa karyanya yang termasyhur dan banyak dirujuk oleh lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia adalah:. 
  1. Ihya 'Ulum ad-Din, yang membahas ilmu-ilmu agama. 
  2. Tahafut al-Falasifah, menerangkan pendapat para filsuf ditinjau dari sudut pandang agama. 
  3. Al-Munqiz min ad-Dalal, menjelaskan tujuan dan rahasia-rahasia ilmu menurut Al-Gazali. 
  4.  Al-Iqtasad fi al-Itiqad, menjelaskan inti ilmu dari para ahli kalam. 
  5.  Jawahir Al-Quran, menjelaskan rahasia yang terkandung dalam Al-Quran. 
  6.  Mizan al-'Amal, menjelaskan tentang falsafah keagamaan. . 
  7. Al-Maqasid al-Asna fi Ma'ani Asma' Allah al-Husna, menjelaskan tentang arti nama-nama Tuhan. 
  8. Al-Basit, berisi tentang fikih.
  9.  Al-Mustasfa, berisi tentang ushul fiqih. Dan lain-lain.

Al-Ghazali wafat dalam usianya yang ke 55 pada tahun 505 H (1111 M) di Tusi (di wilayah Iran sekarang), tepat di kota tempat kelahirannya.


Wednesday, May 11, 2016

Ilmuwan dan Ulama Terkenal Sepanjang Masa


Abu Bakar Muhammad bin Zakariya ar-Razi. (251-313H/864-930M)


Abu Bakar Muhammad bin Zakariya ar-Razi, berasal dari Persia, lahir di Rayy pada tahun 865 M. Di dunia Barat, ia dikenal dengan panggilan  'Ae-Razes. Ar-Razi adalah murid Ali bin Sahl Rabban at-Tabari yang cemerlang. Setelah mempelajari matematika, astronomi. logika, sastra, dan kimia, ia memusatkan perhatiannya pada kedoteran dan filsafat. Ia menjadi seorang dokter dan filosof besar pada zamannya.

Ar-Razi sangat rajin mengkaji dan menuliskan berbagai hasil penelitiannya. Ia pernah menulis lebih dari 20.000 lembar kertas dalam setahun. Karya Ar-Razi mencapai 232 buku atau risalah dan kebanyakan dalam bidang kedoteran.

Karya tulis penelitiannya yang termashur adalah Al-Hawi, sebuah ensiklopedi kedokteran yang terdiri dari 20 jilid. Buku ini berisi ilmu kedoteran Yunani, Arab, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada tahun 1279 M. Sejak saat itu, buku tersebut menjadi rujukan berbagai universitas di Eropa sampai abad ke-17 M. Buku terkenal lainnya berjudul Fi al-Judari wa al-Hasbat, membahas tentang penyakit campak dan cacar, juga diterjemahkan ke bahasa Latin. Pada tahun 1866 M, buku ini dicetak ulang yang ke-40 kalinya. Ar-Razi wafat pada tahun 932 M di kota kelahirannya.

Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq al-Sabah al-Kindi (801-873), Filosof Muslim Pertama

Nama lengkapnya Abu Yusuf Ya'qub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin al-Asy'as bin Qais al-Kindi. Nama al-Kindi berasal dari nama salah satu suku Arab terbesar sebelum Islam, yaitu suku Kindah. Al-Kindi lahir di Kufah pada tahun 185 H/801 M, pada masa kekhalifahan Harun ar-Rasyid. Ayahnya bernama Ibnu as-sabah, pernah menjadi Gebernur Kufah pada masa kekhalifahan Al-Mahdi (775 M- 785 M) dan Harun ar-Rasyid (786 M- 809 M). Kakeknya, Al-Asy'as bin Qais, dikenal sebagai salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw.

Al-kindi sosok yang dikenal berotak ''encer''. Tiga bahasa penting, yaitu Yunani, Suryani, dan Arab dikuasainya. Suatu kelebihan yang jarang dimiliki orang pada saat itu. Al-Kindi adalah filosof Muslim pertama. Ia orang Islam pertama yang mendalami ilmu-ilmu filsafat. Pada saat itu, sampai abad ke-7 M, pengetahuan filsafat masih didominasi orang-orang kristen Suriah. Al-Kindi menerjemahkan dan menyimpulkan karya-karya filsafat Helenisme (banyak dipengaruhi pemikiran Yunani kuno). Ia juga dikenal sebagai pemikir Muslim pertama yang menyelaraskan filsafat dan agama. Al-Kindi memandang filsafat sebagai ilmu yang mulia. Dia melukiskan filsafat sebagai ilmu dari segala ilmu dan kearifan dari segala kearifan. Filsafat bertujuan untuk memperkuat kedudukan agama, sekaligus menjadi bagian dari kebudayaan Islam.

Al-Kindi menguasai beragam ilmu pengetahuan. Sebanyak 270 karya telah berhasil ditulisnya. Karya tersebut dapat dikelompokkan dalam bidang filsafat, logika, ilmu hitung, musik, astronomi,geometri, medis astrologi, psikologi, politik, dan metereologi. salah satu karya Al-Kindi di bidang filsafat adalah Risalah fi Madkhal al-Mantiq bi Istifa al Qawlfih, berisi tentang pengantar ilmu logika.

Al-Kindi hidup tiddak kurang dari lima periode kekhalifahan. Dinasti Abbasiyah, yaitu: Al-Amin, Al-Makmun, Al-Mu'tasim, Al-Wasiq, dan Al-Mutawakkil. Dia menjadi salah satu ilmuwan besar, sekaligus bukti hidup kegemilangan kebudayaan Islam pada era kejayaan Dinasti Abbasiyah. Ia bahkan pernah diangkat sebagai guru dan tabib kerajaan. Al-kindi meninggal pada tahun 869 M.


Monday, May 9, 2016

Ilmuwan dan Ulama terkenal sepanjang masa



Ilmuwan dan Ulama Terkenal Sepanjang Masa (Dinasti Abbasiyah)


Pada kesempatan ini kita akan membahas Ilmuwan dan Ulama-ulama terkenal sepanjang masa. Perlu diketahui bahwa, Dinasti Abbasiyah berkuasa lebih dari lima abad, sejak 132-656 H/750 sampai 1258 M. Ia merupakan dinasti Islam yang memberikan sumbangan besar bagi kegemilangan peradaban islam.Dengan dukungan para khalifah yang memiliki perhatian besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban, maka lahirlah banyak ilmuan dan ulama yang memiliki pemikiran cemerlang.Karya-karya mereka abadi sepanjang sejarah.Hal tersebut membuktikan bahwa peradaban dan kebudayaan Islam memberi sumbangan besar bagi peradaban dunia.Untuk mengenal lebih dekat ilmuwan dan ulama tersebut,berikut uraiannya.

1.  Ali Ibnu Rabbani at-Tabari (838-870M), Penemu pertama Ensiklopedia Kedokteran

Abu Al-Hasan Ali bin Sahl Rabban at-Tabari berasal dari keluarga Yahudi Syiria terkenal di Merv. Ia pindah ke Tabaristam sehingga dikenal dengan nama At-Tabari. Ayahnya Sahll bin Bisyr adalah seorang pejabat negara, berpendidikan tinggi, dan dihormati masyarakat. Ali bin Sahl At-Tabari masuk islam pada masa kekhalifahan Al-Mu'tasim. Ia mahir berbahasa Syiria dan Yunani, dua bahasa yang menjadi sumber dalam tradisi pengobatan kuno. Selanjutnya, At-Tabari dikenal sebagai seorang dokter. Dia juga menjadi ilmuwan yang menulis Ensiklopedia kedokteran.

Karyanya yang terkenal berjudul ''Firdaus al-Hikmah'', ditulis setelah ia memeluk agama Islam. Buku tersebut ditulis dalam bahasa Arab, kemudian diterjemahkan sendiri kedalam bahasa Syiria. Secara garis besar, buku ini dibagi kedalam tujuh bagian/bab. Bab pertama berjudul ''Kulliyat at-Tibb'' memuat masalah doktrin ilmu kesehatan terkini. Bab kedua menguraikan bagian-bagian organ tubuh manusia, peraturan tentang menjaga kesehatan, dan laporan tentang penyakit-penyakit yang menghinggapi otot. Bab ketiga menguraikan tentang diet. Bab keempat berisi tentang seluruh penyakit yang biasa menimpa badan. Bab kelima menguraikan tentang rasa dan warna. Bab keenam menjelaskan tentang obat-obatan dan racun. Sedangkan bab ketujuh membicarakan tentang astronomi, juga ringkasan pengobatan ala India.

Ali Rabbani at-Tabari bukan hanya seorang dokter, tetapi juga ilmuwan yang menguasai berbagai ilmu, diantaranya ahli dalam ilmu astronomi, filsafat, matematika, dan sastra. Ia merupakan guru Zakaria Abu Bakar ar-Razi, seorang ahli pengobatan Muslim terkenal lainnya.

2. Abu Ali al-Husain bin Abdullah bin Sina/Ibnu Sina (370 H-428 H/ 980 M-1037 M)


Di dunia barat, Ibnu Sina di kenal dengan nama Avvicenna. Ia lahir bulan Safar 370 H/ Agustus M di Ifsyina, suatu negeri kecil dekat Charmitan, Bukhara. Orang tuanya pejabat tinggi pada masa Dinasti Saman. Ibnu Sina dibesarkan di Bukhara. Pada usia sepuluh tahun, ia sudah banyak mempelajari ilmu agama Islam dan berhasil menghafal Al-Quran. dari Abu Abdellah Natili, Ibnu Sina belajar ilmu logika melalui buku Isagoge dan Porphyri, Euclid dan Al-Magest Ptolemus.Setelah itu, ia mendalami metafisika Plato dan Aristoteles.

Ibnu Sina mempelajari ilmu kedokteran kepada Isa bin Yahya, ilmuan keristen.Diusia 17 tahun, Ibnu Sina telah dikenal sebagai dokter. Ia pernah mengobati Pangeran Nuh Ibnu Mansur sehingga pulih kembali kesehatannya. Sejak itu,ibnu Sina mendapat akses untuk mengunjungi peustakaan istana terlengkap yaitu Kutub Khana.

Dalam dunia kedokteran Ibnu Sina adalah ilmuan Muslim pertama yang menemukan peredaran darah manusia. Teorinya di sempurnakan oleh William Harvey enam ratus tahun kemudian. Dia juga pertama kali mengatakan bahwa selama dalam kandungan, bayi mengambil makanannya lewat tali pusar. Dia pula yang mengawali praktek bedah dan penjahitannya. Selain itu, ia terkenal sebagai dokter ahli jiwa yang kini di sebut psikoterapi.

Ibnu Sina adalah ilmuan yang rajin menulis. Karyanya berupa buku mencapai 200 judul, yang meliputi bidang filsafat, kedokteran, geometri, astronomi, teologi, filologi dan kesenian. Karya terbesarnya berjudul Al-Qanun fi at-Tibb. Buku ini merupakan kumpulan pemikiran Yunani sampai Arab tentang kedokteran. Karya Ibnu Sina tersebut menjadi rujukan bagi para mahasiswa kedokteran dari abad ke-12 sampai abad ke-17 M. Isinya antara lain menjelaskan pembedaan mediastinum dengan pleurisy (pembengkakan pada paru-paru); mengenai kemungkinan penalaran penyakit phthisis (penyakit salura pernafasan, terutama asma dan TBC) melalui pernafasan; dan penyebaran berbagai penyakit melalui air dan debu. Ibnu Sina juga memberikan diagnosa ilmiah tentang penyakit ancylostomisis (infeksi usus kecil akibat cacing) dan menyebutkan cacing pita sebagai penyebabnya. Secara keseluruhan, terdapat 170 jenis obat-obatan disebutkan dalam buku tersebut.

Karya-karya Ibnu Sina lainnya adalah sebagai berikut:

1. Buku mengenai politik seperti: Risalah as-Siyasah, Fi Isbati an-Nubuwwah, Al-Arzaq

2. Buku mengenai Tafsir seperti: Surah al-Ikhlas, surah al-Falaq, Surah an-Nas, Surah al-Mu'awizatain, Surah al-A'la

3. Buku Psikologi seperti An-Najat

4. Buku ilmu kedokteran selain Al-Qanun fi at-Tibb antara lain. Al-Urjuzah fi at-Tibb; Al-Adwiyyah al-Qalbiyyah; Kitabuhu al-Qaulani; Majmu'ah Ibnu Sina al-Kubra; Sadidiyah.

5. Buku tentang logika (mantiq) seperti: a] Al-Isyarat wa at-Tunbihat; b] Al-Isyaquji; c] Mujiz; d] Kabir wa Sagir.

6. Buku tentang musik seperti Al-Musiqah

7. Kitab Al-Mantiq (yang dihadiahkan untuk Abul Hasan Sahli)

8. Buku fisika seperti Fi Aqsami al-Ulumi al-Aqliyyah

9. Buku Qamus el-Arabi terdiri atas lima jilid

10. Buku filsafat seperti: a] As-syifa; b] Hikmah al-Masyriqyyin; c] Kitab al-Insyaf; d] Danesh Nameh: e] Kitab al-hudud; f] Uyin al-Hikmah.


Demikianlah biografi singkat tentang ulama dan ilmuwan yang terkenal sepanjang masa pada masa Dinasty Abbasiyyah. semoga bermanfaat. Amiin.      



Skala Richter


Indonesia akhir-akhir ini sering di timpa bencana yang tak di sangka-sangka, banjir, tanah longsor, kebakaran, bahkan gempa bumi yang dahsyat, yang sering kali membuat atau menimbulkan banyak kerugian bagi manusia. Untuk mengetahui seberapa kuatnya gempa bumi yang terjadi maka haruslah menggunakan suatu metode, lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.

Skala Richter

Skala Richter adalah suatu metode pengukuran kekuatan atau ukuran gempa bumi. Skala Richter juga dikenal dengan skala magnitudo lokal. Kali pertama dikemukakan pada 1935 oleh ahli seismologi berkebangsaan Amerika Charles F. Richter untuk merangking kekuatan gempa bumi yang terjadi di Kalfornia. Richter dan rekan-rekannya kemudian memodifikasinya untuk diaplikasikan pada pengukuran bumi di seluruh dunia.

Perangkingan gempa bumi melalui Skala Richter diddasarkan atas seberapa banyak tanah bergerak sepanjang 100 km (60 mil) dari episenter gempa bumi, tempat di permukaan bumi yang berada tepat di atas terjadinya gempa bumi

Jumlah gerakan tanah diukur dengan menggunakan sebuah alat yang disebut seismograf. Seismograf dapat mendeteksi gerakan dari mulai yang terkecil kira-kira 0.00001 mm (0,000004 inci) hingga yang terbesar kira-kira 1 meter (kira-kira 40 inci)

Penyebutan setiap kekuatan gerakan tanah ditunjukkan dengan angka yang terdapat dalam tabel ukuran Skala Richter yang berbentuk dalam skala logaritma. Setiap pertambahan 1 pada Skala Richter menunjukkan 10 kali lipat tambahan gerakannya. Dengan demikian, gempa bumi yang tercatat 7 pada Skala Richter adalah 10 kali lebih kuat pada gempa bumi yang tercatat 6 dan bumi pun bergerak 10 kali jauhnya.

Gempa bumi yang memiliki magniyudo 5 termasuk kelas sedang, gempa yang bermagnitudo 6 termasuk kelas kuat, gempa yang bermagnitudo 7 termasuk kelas besar, dan gempa bumi bermagnitudo 8 atau lebih besar termasuk kelas dahsyat, sebagai contoh, gempa bumi Los Angeles pada tahun 1944 bermagnitudo 6,7 dan gempa bumi San Francisco pada tahun 1906 bermagnitudo 7,9. Meskipun tidak ada batas teratas pada Skala Richter, gempa bumi yang bermagnitudo 8 atau lebih jarang terjadi.

Para ahli percaya bahwa kerak bumi tidak bisa menyimpan energi untuk dilepaskan melalui gempa bumi bermagnitudo 10. Sebenarnya, juga tidak ada batas terendah pada Skala Richter. Sebuah gempa bumi yang berukuran 1 atau 10 dari gempa bumi bermagnitudo 1 akan memiliki kekuatan gempa bermagnitudo 0, dan gempa berukuran 1 atau 10 dari ukurannya akan memiliki magnitudo gempa sebesar -1. Ukuran magnitudo gempa bumi yang diukur melalui Skala Richter terjadi setiap hari, akan tetapi kebanyakan berukuran kecil sehingga sangat sulit untuk dideteksi.

Jumlah energu yang dilepaskan oleh gempa bumi berhubungan erat dengan seberapa besar pergerakannya. Energi yang dilepaskan oleh gempa bumi bertambah 32 lipat untuk setiap 1 pertambahan pada Skala Richter. Dengan demikian, gempa bumi yang tercatat 7 pada Skala Richter melepaskan 32 kali massa energi yang dikeluarkan oleh gempa bumi berskala 6, rata-rata bumi hanya bergerak 10 kali jauhnya.

Jumlah energi yang dilepaskan oleh gempa bumi bermagnitudo 4,3 sama dengan energi yang dilepaskan oleh bom atom yang menghancurkan Hiroshima, Jepang, atau sama dengan 20 kiloton TNT. Gempa bumi terbesar yang pernah tercatat adalah 9,5 dan melepaskan energi sejumlah 66.000.000 kali ukuran bom atom Hiroshima. Hal tersebut menunjukkan bahwa gempa bumi yang memiliki magnitudo 12 akan melepaskan cukup energi untuk membelah bumi menjadi dua.

 Skala Richter hanya salah satu jenis skala yang digunakan untuk mengukur gempa bumi. Dewasa ini, skala yang paling banyak digunakan oleh seismolog untuk menentukan efek gempa bumi adalah Skala Intensitas Modifikasi Mercalli atau skala MM. Skala MM mengukur hasil-hasil gempa bumi pada berbagai tempat berbeda. Skala MM diawali dari 1 (untuk ukuran gempa yang tidak terasa) hingga XII (untuk kerusakan total).  

Sunday, May 8, 2016

Mengukur Gempa




Mengukur kekuatan gempa dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan pendekatannya, skala pengukuran gempa dapat dibagi menjadi dua, yaitu magnitudo (magnitude) yang merupakan skala kuantitatif, dan intensitas (intensity) yang merupakan skala kualitatif.

Magnitudo

Magnitudo gempa mengukur gempa berdasarkan energi yang di lepaskan dari sumber gempa. Ada bermacam-macam jenis magnitudo gempa, di antaranya sebagai berikut.

a. Magnitudo lokal ML (local magnitude)
b. Magnitudo gelombang badan MB (body-wave magnitude)
c. Magnitudo gelombang permukaan MS (surface-wave magnitude)
d. Magnitudo women MW (moment magnitude)
e. Magnitudo gabungan M (unifed magnitude)

Namun yang paling populer adalah magnitudo lokal ML yang tak lain adalah Magnitudo Skala Richter (SR). Magnitudo ini dikembangkan kali pertama pada tahun 1935 oleh seorang seismologi Amerika, Charles F. Richter, untuk mengukur kekuatan gempa di Kalifornia. Richter mengukur magnitudo gempa berdasarkan nilai amplitudo maksimun gerakan tanah (gelombang) pada jarak 100 km dari episenter gempa. Besarnya gelombang ini tercatat pada seismograf.

Seismograf dapat mendeteksi gerakan tanah mulai dari 0,00001 mm (1x10 pangkat mm) hingga 1 m. Untuk menyederhanakan rentang angka yang terlalu besar dalam skala ini, Richter menggunakan bilangan logaritma berbasis 10. Hal ini berarti setiap kenaikan 1 angka pada Skala Richter menunjukkan amplitudo 10 kali lebih besar.

Magnitudo 5 SR sudah termasuk besar, magnitudo 6 SR mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Meskipun nilai dalam SR tidak memilik batas maksimum, para ahli seismolgi menyatakan bahwa lempeng bumi ini tidak memiliki cukup simpanan energi untuk menghasilkan magnitudo gempa sebesar 10 SR.

2. Intensitas

Zaman dahulu ,sebelum manusia mampu mengukur magniyudo gempa, besarnya gempa hanya dapat dinyatakan berdasarkan seberapa efek yang di timbulkan atau diberikan terhadap kehidupan manusia, alam, struktur bangunan yang di buat oleh manusia, dan reaksi hewan. Besarnya gempa yang ditentukan melalui observasi semacam ini dinamakan dengan intensitas gempa.

Skala intensitas kali pertama di perkenalkan pada tahun 1883 oleh seorang seismologis Italia M.S. Rossi dan ilmuwan swiss F.A. Forel yang di kenal dengan Skala Rossi-Forel. Skala ini kemudian dikembangkan lagi pada tahun1902 oleh seorang seismolgis Itali Giuseppe Mercalli. Kemudian, pada tahun 1931 seismologis Amerika, H.O.Wood dan Frank Neuman mengadaptasi standar yang telah ditetapkan Mercalli untuk kondisi di Kalifornia, dan menghasilkan Skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

Beberapa skala intensiats gempa yang lain adalah sebagai berikut.

a. Japan Meteorologi Agency (JMA), ditemukan pada tahun 1951, hingga kini digunakan untu mengukur kekutan gempa di Jepang

b. Medvedev, Spoheuer, Karnik (MSK), ditemukan tahun 1960-an.

c. European Microsismic Scale (EMS), ditemukan tahun 1990-an

Oleh karena sifatnya yang kualitatif, skala intensitas sangat subjektif dan sangat bergantung pada kondisi lokasi di mana gempa itu terjadi. Gempa dengan magnitudo yang sama, namun terjadi di dua tempat yang berbeda akan memberikan nilai intensitas yang berbeda.

 

 


Saturday, May 7, 2016

Pergerakan Lempeng (Plate movement)



Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam tiga jenis, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Selain itu, ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang ditemukan , yaitu pertemuan simpang tiga (triple junction) di mana tiga lempeng kerak bertemu.

1. Batas Divergen

Batas divergen terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapiasan litosfer menipis dan terbelah membentuk batas divergen. Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Adapun pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut.

Pematang Tengah- Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.

2. Batas Konvergen

Batas konvergen terjadi apabila dua lempeng  tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi. Hal ini mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another). Wilayah di mana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunungapi (volcnic ridges) dan parit samudra (oceanik trenhes) juga terbentuk di wilayah ini.

Batas kovergen ada tiga macam, yaitu antara lempeng benua dan lempeng samudra, antara dua lempeng samudra, dan antara dua lempeng benua. Ketika suatu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua, lempeng ini masuk le lapisan astenosfer yang suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh. Pada lapisan litosfer, tepat di atasnya, terbentuklah deretan gunungapi (volcnic montain range). Sementara di dasar laut terjadi penunjaman, terbentuklah parit samudra (oceanik trench).

Pegunungan Andes di Amerika Selatan adalah satu pegunungan yang terbentuk dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara lempeng Nazka dan lempeng Amerika Selatan. Salah satu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng samudra lainnya menyebabkan terbentuknya parit di dasar laut, dan deretan gunungapi yang pararel terhadap parit tersebut. Puncak sebagian gunungapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan membentuk gugusan pulau vulkanik (volcanik island chain). 

Pulau Aleutian di Alaska adalah salah satu contoh pulau vulkanik dari prose ini. Pulau ini terbentuk dari konvergasi antara lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara. Salah satu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertumbukan mengeras dan menebal, membentuk deretan pegunungan non vulkanik (mountain range). 

Pegunungan Himalaya dan Plato Tibet adalah salah satu contoh pegunungan yang terbentuk dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia.

3. Batas Transform

Batas transform  terjadi jika dua lempeng tektonik bergerak saling menggeser (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling terpisah maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).

Bagaimana dengan Indonesia?

Negara Indonesia berada di dekat batas Lempeng Tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain itu, di bagian timur bertemu tiga lempeng tektonik sekaligus, yaitu Lempeng Filipina, Pasifik, dan Indo-Australia.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, subduksi antara dua lempeng menyebabkan terbentuknya deretan gunungapi dan parit samudra. Demikian pula subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunungapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di pulau Sumatra dan deretan gunungapi disepanjang pulau Jawa, Bali, dan Lombok, serta parit samudra yang tak lain adalah parit Jawa (Sunda).

Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Jika ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami, dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Jadi, tidak heran jika terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia yang seringkali diikuti dengan tsunami, dan aktivitas gunungapi di sepanjang Pulau Sumatra serta Jawa juga turut meningkat.