Saturday, May 7, 2016

Gempa Bumi dan Patahan



Gempa bumi adalah sebuah gejala alam yang tidak dapat diprediksi kejadiannya dan datangnya pun secara tiba-tiba. Gempa bumi ini dapat terjadi di mana saja dan kapan saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Gempa bumi merupakan gerakan kulit bumi yang tiba-tiba. Gempa bumi terjadi di sepanjang patahan ketika tegangan dalam kerak tiba-tiba terlepaskan. Kebanyakan gempa bumi terjadi di sepanjang batas patahan.

Bentuk Lahan Patahan.

Patahn menciptakan beberapa bentuk lahan yang unik. Salah satunya adalah fault scarp, sebuah clif  yang dihasilkan ketika permukaan bumi berada di salah satu sisi dataran patahan yang muncul ke permukaan di sisi lain bidang patahan. Bentuk umum lainnya yang dihasilkan oleh patahan, khususnya patahan normal adalah graben. Graben adalah blok batuan rendah yang dikelilingi oleh dua jenis bidang patahan paralel yang lebih tinggi. Sebuah lembah graben dan bidang patahan di sisi lainnya disebut dengan lembah celah (rift valley).

Great Rift Valley di Afrika merupakan contoh lembah celah yang terbentanstriaeg lebih dari 4.800 km (lebih dari 3.000mil) dari Syria ke Mozambiq. Kadang-kadang patahan normal paralel dan susunan besar menghasilkan bentuk blok lain yang muncul dan tenggelam.

Dampak Pada Batuan

Patahan akan berdampak pada batuan di tempat terjadinya. Gerakan pada permukaan patahan akan menghasilkan alur atau goresan yang dikenal striae dan permukaan yang tergerus ketika striae terbentuk adalah permukaan slickenside. Gerakan yang lebih ekstensif dapat menghasilkan pecahan batuan di sepanjang permukaan patahan. Daerah yang dihasilkan dari retakan batuan disebut patahan breccia (jika material tersebut berurat kasar) atau patahan gouge (jika material tersebut berurat lembut). Oleh karena itu, breccia bersifat porous. Daerah dari breccia sendiri sangat penting sebagai jalan keluar untuk aliran hidrotermal atau air bawah tanah.

Lempeng Tektonik (Tectonik Plate)

Menurut Teori Lempeng Tektonik,lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunungapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra.

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupu kerak samudra (oceanic, crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth's mantle). Kerak benua dan kerak samudra beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibandingkan kepadatan pada kerak benua. Demikian pula elemen-elemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).

Di bawah litosfer terdpat lapsan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Oleh karena itu, suhu dan tekanan di lapisan astenosfer sangat tinggi sehingga batuan-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid). Litosfer terpecah kedalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu dengan yang lainnya.

Secara umum, bumi kita tersusun atas lima lempeng besar dan beberapa lempeng kecil. Lima lempeng besar tersebut adalah lempeng Pasifik, Amerika Utara, Eurasia, Antartik, dan Lempeng Afrika. Beberapa lempeng kecil, yaitu lempeng Kokos, Nasca, Karibia, dan lempeng Gorda. Ukuran lempeng berbeda-beda. Lempen Coco memiliki lebar 2000 km (1400 mil), sementara lempeng Pasifik merupakan lempeng yang terbesar, lebarnya hampir 14.000 km (9.000 mil).

 

Friday, May 6, 2016

Patahan



Patahan merupakan retakan pada kulit bumi yang memindahkan batauan ke bagian sisi retakan. Sebuah retakan yang tidak disertai dengan gerakan disebut joint. Patahan terjadi dalam skala yang panjang, berjarak dari milimeter sampai ribuan kilometer. Skala patahan yang besar dari pergerakan lempeng tektonik dapat mengubah ukuran setiap benua menjadi bentuk-bentuk kecil.

Patahan Terbentuk

Sebuah patahan terbentuk karena adanya karena adanya tekanan dalam kulit bumi. Tekanan tersebut berupa sebuah kekuatan, seperti mengocok atau merentangkan sesuatu yang mampu mengubah bentuk sebuah ojek. Ketika sebuah benda ditekan, benda tersebut akan merespon dalam tiga cara.Yaitu cara pertama dapat mengubah bentuk secara elastis (melebar atau mengerut), artinya apabila tekanan dilepaskan maka bentuk material akan kembali ke bentuknya semula. Cara kedua sebuah benda dapat berubah bentuk tidak elastis, yang berarti bahwa ketika tekanan dilepaskan, bentuk benda tersebut akan tetap, seperti bentuk awal dan tidak mengalami perubahan bentuk. Cara ketiga, penekanan pada benda dapat mengakibatkan kerusakan atau pecah ke dalam beberapa keping.

Kebanyakan, material-material yang kompak, seperti batuan, terbentuk secara elastis di bawah tekanan yang kecil. Material keras (ductile) merupakan jenis material yang di bentuk secara inelastik di bawah tekanan sedang dan akan pecah di bawah tekanan yang lebih besar. Material rapuh (brittle) dapat pecah menjadi keping-keping kecil atau tidak berbentuk elastis. Batuan cenderung menjadi material keras ketika berada dalam kondisi dingin dan menjadi lebih rapuh ketika berada dalam kondisi panas. Batuan juga akan berubah menjadi menjadi lebih rapuh ketika batuan berada dalam tekanan. Alasannya, kebanyakan batuan keras berada dekat dengan permukaan bumi di mana panas dan tekanan kecil, serta batuan menjadi lebih rapuh di kedalaman bumi. Di bawah kedalaman ini, kebanyakan batuan menekuk dan melipat apabila di tekan.

Batuan bisa dibedakan ke dalam tiga jenis tekanan, yaitu pemanasan, penekanan, dan pencukuran. Pemanasan akan mendorong batuan saling menjauh satu sama lain. Penekanan akan mengocok batuan, mendorong, dan batuan saling mendekat. Pencukuran menekan batuan kearah samping.

Terminologi dan Klasifikasi

Dua sisi sebuah patahan dipisahkan oleh dataran patahan. Dua jenis istilah digunakan untuk menjelaskan mengenai arah dataran patahan atau posisi dari kerak. Istilah tersebut dikenal dengan strike dan dip. Strike menjelaskan mengenai arah dataran patahan dalam istilah arah kompas. Dip dapat dijelaskan bagaimana datarn patahan turun secara bertingkat ke dalam tanah. Sudut dip bervariasi mulai dari 0 derajat untuk patahan horizontal dan 90 derajat untuk patahan vertikal.

Ahli geologi juga tertarik untuk mengetahui sejauh mana dua sisi patahan bergerak sepanjang patahan. Total jarak relatif patahan yang bergerak di antara dua sisi disebut net slip. Net slip terdiri atas bantalan yang diukur sepanjang arah tumbukan dan sepanjang arah dip dataran patahan. Jarak tumbukan bantalan adalah gerakan horizontal yang diukur melalui arah tumbukan. Jarak bantalan turunan diukur melalui arah turunan. Jarak bantalan turunan hampir sama dengan throw, yaitu gerakan vertikal sepanjang patahan.

Apabila dip bersudut 90 derajat, salah satu sisi patahannya akan menggantung pada patahan lainnya. sisi yang menggantung pada dataran patahan disebut dinding menggantung (hanging wall) dan salah satu sisi yang terbentang pada dataran patahan disebut footwall, Ketika dinding menggantung dipindahkan ke bawah footwall, patahan dikenal sebagai patahan normal. Beberapa jenis patahan diasosiasikan dengan tegangan kerak dan wilayah penyajian di mana kerak dikerutkan. Biasanya kedua hal tersebut berada pada batas lempeng divergen di mana dua lempeng kerak saling menjauh.

Ketika dinding menggantung dipindahkan di atas footwall, patahan di sebut patahan balik apabila dip tersebut berarah horizontal, dalam kasus ini di sebut dengan patahan rebah. kedua jenis patahan ini di asosiasikan dengan pengerutan kerak dan wilayah yang di sajikan di mana patahan menjadi semakin pendek. Umumnya, batas lempeng konvergen berada di mana dua lempeng kerak bertumbukan. patahan yang mendorong batuan yang lebih muda berada di atas batuan yang lebih tua.

Ketika net slip berarah horizontal (dengan tidak adanya komponen Vertikal), patahan dikenal dengan patahan strike-slip karena jaringan diletakkan paralel dengan arah tumbukan. Beberapa patahan diasosiasikan dengan pengerutan kerak. Pada umumnya berada pada batas lempeng peralihan di mana dua lempeng kerak saling berpisah. Patahan San Andreas (San Andreas Fault) di Kalifornia merupakan contoh dari patahan strike- slip yang terjadi pada batas peralihan di mana lempeng Amerika Utara menumbuk lempeng Pasifik. Apabila menghadapi patahan strike-slip, blok yang berada di sebelah kanan patahan dikenal dengan patahan lateral kanan. Jika blok terletak di sebelah kiri, patahan tersebut dikenal dengan patahan lateral kiri. Sebuah patahan gabungan dari beberapa gerakan sepanjang strike dan sepanjang dip dikenal dengan patahan bantalan oblik.
   

Thursday, May 5, 2016

Gelombang Seismik


Gelombang Seismik Sebagai Pemacu Gempa Bumi Dibedakan Menjadi Dua.

1. Gelombang Primer

Gelombang yang pertama dan lebih cepat disebut dengan Gelombang Kompresi, Gelombang Primer, atau Gelombang p. Gelombang ini disebabkan oleh perubahan di dalam volume partikel-partikel bumi pada pecahan kerak bumi yang bumi yang bergantian mengembang dan menyusut.

Kondensasi dan ekspansi dirambatkan di dalam bumi dengan kecepatan rata-rata 8 km/detik. Kecepatan yang cepat bergantung pada sifat dasar lapisan batuan yang dilewati oleh gelombang tersebut. Partikel-partikel bumi yang dilewati oleh gelombang ini bergerak kian-kemari. Oleh karena itu, gelombang ini disebut Gelombang longitudinal.

2. Gelombang sekunder

Gelombang gempa bumi yang kedua disebut dengan Gelombang Sekunder atau Gelombang S. Gelombang S akibat gempa bumi bergerak ke segala arah. Gelombang S menjadi sebab bergetarnya partikel bumi himgga membentuk sudut siku-siku. Gelombang S kadang-kadang juga diberi nama gelombang transversal. Gelombang jenis ini bergerak dengan kecepatan 5 km/detik. Kecepatan rambat Gelombang S ini juga dipengaruhi oleh media yang dilalui oleh gelombang tersebut ketika gelombang keluar dari pusat gempa.
Metode Seismik

Metode seismik merupakan salah satu bagian dari seismologi  eksplorasi yang dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismik (palu, ledakan,dll). Setelah getaran diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah atau batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah, dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut direkam sebagai fungsi waktu. Berdasarkan data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk lapisan atau struktur di dalam tanah.

Eksperimen seismik aktif kali pertama dilakukan pada tahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh kebanyakan orang dikenal sebagai bapak seismologi instrumentasi. Mallet mengukur waktu transmisi gelombang seismik yang dikenal sebagai gelombang permukaan yang dibangkitkan oleh sebuah ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk beriak. 

Pada tahun 1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari sumber gempa bumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan bidang batas antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho.

Pemakain awal observasi seismik untuk eksplorasi minyak dan mineral dimulai pada tahun 1920-an. Teknik seismik refraksi digunakan secara intensif di Iran untuk membatasi struktur yang mengandung minyak. Akan tetapi, sekarang seismik refraksi merupakan metode terbaik yang digunakan di dalam eksplorasi minyak bumi. Metode ini kali pertama didemonstrasikan di Oklahoma pada tahun 1921.

Seismik bias dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah atau batuan dari posisi sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang terjadi setelah getaran pertama (first break) diabaikan sehingga sebenarnya hanya data first break yang dibutuhkan. Para meter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh cepat rambat gelombang dalam medium. Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekolompok konstanta fisis yang ada didalam material dan dikenal sebagai parameter elastisitas.

Adapun dalam seismik pantul, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima stelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang terpantulkan dari semua interface antarlapisan di bawah permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan echo sounding pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat dianalisis dari bentuk dan amplitudo gelombang pantul yang direkam. Struktur bawah permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik bias, yaitu analisis berdasarkan kontras parameter elastisitas medium. 

 


Wednesday, May 4, 2016

Gelombang Seismik


Fenomena Gelombang Seismik

Tekanan dan tegangan di dalam struktur batuan bumi apapun penyebabnya terjadi dalam jangka waktu yang lama. Bergsernya permukaan bumi dapat dipengaruhi oleh gerakan kecil sekalipun. Hal ini pulalah yang menjadi penyebab keretakan batuan. Apabila diibaratkan seperti gerakan jatuhnya butir kerikil ke air akan menghasilkan gelombang atau riak. Gelombang atau riak tersebut menyebar dengan cepat dari pusat jatuhnya batu kerikil tadi ke dalam air. Jauh dekatnya atau besar kecilnya massa dan gaya yang ditimbulkan oleh kerikil tadi. Apabila massa batu kerikil tersebut besar akan menghasilkan riak yang besar dengan wilayah jangkauan yang luas. Begitu pula sebaliknya.

Apabila persamaan tersebut disamakan dengan gelombang seismik yang memicu terjadinya gempa bumi, penyebarannya juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya letak pusat. Perlu diperhatikan bahwa gelombang akan menembus ke badan bumi dan bukan hanya melewati permukaannya.

Setiap tahun telah terjadi gempa bumi di beberapa bagian yang berbeda. Setiap gempa bumi yang terjadi mengeluarkan energi dalam jumlah yang sangat besar. Energi yang dihasilkan berasal dari fokus atau sumber gempa atau hiposentrum. Hiposentrum berada jauh di dalam tanah, tempatnya tepat berada di lapisan batuan yang pecah dan bergeser kali pertamanya. Episentrum merupakan titik di permukaan bumi, tepat berada di atas pusat gempa. Gelombang yang dikeluarkan dari pusat gempa akan menjalar ke semua bagian bumi. Apabila gelombang tersebut muncul ke permukaan bumi akan dicatat oleh seismograf. Gelombang yang merambat bisa saja berbelok arahnya ketika melewati batuan dan gelombang dapat dipantulkan kembali ke dalam tanah mencapai permukaan.

Setiap gerakan yang terjadi pada permukaan bumi akan menggerakkan  jarum pada seismograf dan akan membentuk catatn gelombang gerakan yang dikenal dengan sebutan seismogram. Ketika terjadi gempa bumi, mengalir dua jenis gelombang yang masuk jauh ke dalam perut bumi, yaitu Gelombang P (gelombang primer) dan Gelombang S (gelombang sekunder). Gelombang primer bergerak lebih cepat sekitar 21.600 km/jam dari kecepatan suara bergerak melewati bagian-bagian yang lunak dan keras, serta cair. Pada batuan-batuan yang berada di dekat permukaan, gelombang-gelombang ini bergerak dengan kecepatan 5 km/detik pada kedalaman mencapai 2.800 km. Gelombang sekunder bergerak dengan kekuatan 2 atau 3 kecepatan Gelombang P di daerah yang padat.

Kecepatan rambat Gelombang P dan S bervariasi, bergantung pada kedalaman bagia-bagian bumi yang dilewati oleh gelombang tersebut. Perbedaan jenis gelombang seismik dihasilkan oleh perubahan bentuk material-material batuan. Sebagai contoh, rekahan yang dalam sepanjang patahan menghasilkan gelombang pendorong (P) dan memotong gelombang (S). Tekanan terus menerus dari gelombang P menciptakan tekanan yang tiba-tiba dalam perambatan gelombang yang mengakibatkan terjadinya formasi gerakan maju mundur di permukaan. Akibatnya terjadi dorongan Gelombang S dan Gelombang P yang menyebabkan lemahnya kecepatan Gelombang S dibandingkan Gelombang P.

 Ketika Gelombang P dan S menuju sebuah batas, seperti Mohorovicic, yang juga disebut Moho yang terletak di antara lapisan dan mantel bumi, gelombang tersebut sebagian dipantulkan, dibelokkan, dan disalurkan yang terbagi ke dalam beberapa jenis gelombang selama di permukaan bumi. Perjalanan waktu gelombang bergantung pada tekanan dan perubahan kecepatan Gelombang S ketika melewati material-material yang memiliki perbedaan elastisitas. Gelombang P pada permukaan batuan granit melaju dengan kecepatan 6 km/detik (3,6 mil/detik), sedangkan pada batuan mafik dan ultramafik (jenis batuan hitam yang banyak mengandung magnesium dan besi) menunjukkan kecepatan rambatan mencapai 7-8 km/detik (4,2 dan 4,8 mil/detik). Gelombang P dan S merupakan dua jenis gelombang seismik yang dikenal dengan Gelombang Love. Gelombang love diambil dari nama seorang geofisik Inggris bernama Augustus E.H.Love dan Gelombang Rayleigh diambil dari seorang ahli fisika Inggris bernama John Rayleigh. Kedua jenis gelombang ini merambat dengan cepat dan menjadi petunjuk bagi arah pergerakannya di permukaan bumi.

Tuesday, May 3, 2016

Agar Tidak Gampang Mencela

 

Lima Langkah Agar Tidak Gampang Mencela


Ada sebuah hadits pendek yang memberi pelajaran kepada kita bahwa melecehkan orang lain merupakan suatu tindak kejahatan. Rasulullah SAW bersabda, "Mencela orang Islam adalah kefasikan, sedang membunuhnya adalah kekufuran." (Riwayat Muslim). Para ulama sepakat bahwa melecehkan orang islam tanpa dasar dan data yang benar adalah perbuatan yang haram. Sedangkan pelakunya dihukum fasik.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya riba yang paling parah adalah memperpanjang pembicaraan dalam mencela kehormatan seorang Muslim tanpa kebenaran." (Riwayat Abu Dawud). Lalu bagaimana caranya agar kita bisa terhindar dari perbuatan tercela tersebut, padahal kita biasanya sangat asyik jika dilibatkan, atau malah aktif melibatkan orang lain, dalam membicarakan kejelekan dan kekurangan orang?.

Pertama, sibuklah meneliti kekurangan sendiri

Kita harus menyadari bahwa waktu yang tersedia untuk setiap kita sebagai mukmin sangat terbatas. Kita sadar bahwa waktu yang terbatas itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berbuat kebaikan, baik dalam rangka mencari keberkahan dunia maupun sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Kesadaran ini pula yang menjadikan kita selalu terdorong untuk meninggalkan segala kesia-siaan (tabdzir), apalagi melakukan kejahatan seperti merusak kehormatan orang lain.

Jadi, mencari-cari kesalahan orang lain dan menyebarluaskan untuk menghancurkan kehormatannya merupakan kemubaziran, sekaligus dosa. Tidak ada manfaat sedikitpun. Lebih baik mereka sibuk mencari dan meneliti kesalahan diri sendiri. Dalam kitab Risalah Al-Mustarsyidin, Al-Muhasibi berkata, "Daripada sibuk mengomentari kekurangan orang lain, sibukkanlah dirimu dengan memperbaiki dirimu sendiri. Cukuplah aib bagi seseorang jika dia lebih mengetahui kekurangan orang lain daripada kekurangannya sendiri, atau dia menuduh orang lain dengan sebuah keburukan padahal dia sendiri melakukan hal yang sama, atau menyakiti teman duduknya, atau dia mengatakan sesuatu tentang orang lain yang tidak bermanfaat baginya."

Kedua, tidak mencela orang lain

Kita harus menyadari tentang kekurangan dan kesalahan setiap manusia. Tidak ada manusia yang sempurna dan terlepas dari salah dan dosa. Oleh karena itu, tidak ada sepantasnya kita menjelekkan dan menghina orang lain. Sebaliknya, jika kita muslim sejati, maka kita wajib menghormati saudara Muslim. Semua kekurangan dan kejelekan orang lain selalu kita usahakan untuk ditutup rapat-rapat. Kekurangan orang lain adalah rahasia yang menjadi amanat bagi kita untuk tidak dibongkar. Membuka aib orang lain merupakan perbuatan kotor dan keji.

Rasulullah SAW bersabda, "Dua orang yang saling mencela adalah setan yang saling meremehkan dan dusta." (Riwayat Bukhari). Suatu hari ada seorang wanita berkonsultasi kepada seorang alim. Di tengah konsultasi, wanita tersebut mengeluarkan angin (kentut) yang baunya menyebar kemana-mana. Ulama tersebut justru pura-pura tidak tahu dan berpura-pura terserang flu. Wanita tersebut akhirnya tidak merasa malu akibat kejadian tersebut. Begitulah cara orang bijaksana ketika menyaksikan kekurangan orang lain. Ia berusaha menutupinya agar tidak diketahui orang lain.

Ketiga, tidak membalas celaan

Di sekitar kita sangat mudah dijumpai orang-orang yang mulutnya mudah mengucapkan kata celaan. Lisannya sangat mudah meremehkan orang lain. Pada dasarnya mereka tidak suka jika dihina, tapi karena sudah menjadi karakter dan kebiasaannya, mereka tidak puas jika tidak meremehkan orang lain.
Terhadap orang-orang jahil seperti ini, pada dasarnya kita memiliki hak untuk merendahkan dan menghinakannya. Adalah hak kita membalas kezaliman dengan perbuatan yang setimpal. Jika mereka punya bahan untuk menghina kita maka kita juga punya bahan yang sama untuk menghinakannya.

Akan tetapi Rasulullah SAW menasehati kita, "Jika seorang mencelamu dan menghinakanmu dengan apa yang ia ketahui tentang dirimu maka janganlah kamu balik mencelanya terhadap apa yang kamu ketahui tentang dirinya,dan kebiasaan berpihak padanya." (Riwayat Abu Dawud)

 Allah SWT menegaskan :
 Dan jika kamu memberikan balasan,maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpahkan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar,sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang bersabar.(An-Nahl [16]: 126)

Maukah menjadi orang yang bersabar? Berat,memang.Akan tetapi itulah kemudian akhlak yang diajarkan Islami. Jika kita dihina dan diremehkan orang lain,maka akhlak Islami  mengajarkan kita untuk memanfaatkan dan tidak membalasanya.

Keempat, membalas dengan kebaikan

''Keenakan! Sudah untung tidak dibalas!'' Begitu komentar kita saat diminta untuk memaafkan orang yang telah menghina dan melecehkan kita.
Memang tidak membalas dan memaafkan itu sudah merupakan sesuatu kemuliaan tersendiri, bahkan di sisi Allah SWT pahalanya sangat besar. Akan tetapi orang yang sudah pada tingkat dan derajat "ihsan" akan menyertai kemaafannya dengan kebaikan.

Banyak orang yang mengira bahwa tidak membalas itu kelemahan, padahal itu adalah kekuatan. Banyak orang yang menyangka bahwa memaafkan itu merupakan kekalahan, padahal di balik kata maaf itu ada sifat kesatria dan keberanian.
Banyak orang yang tidak tahu bahwa membalas kejahatan dengan kebaikan adalah suatu yang dahsyat. Hanya orang-orang mulia dan berhati emas saja yang bisa melakukannya.

Dalam suatu Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud,diceritakan ada seorang laki-laki yang mencela Abu Bakar RA. Namun beliau diam dan tidak menanggapinya.
Lalu Laki-laki tersebut menyakitinya untuk kedua kalinya. Lagi-lagi Abu Bakar diam dan tidak menanggapi. Kemudian Laki-laki itu menyakiti untuk ketiga kalinya. kali ini Abu Bakar membela diri.
Rasulullah SAW pun berdiri saat Abu Bakar membela diri. Abu Bakar bertanya, "Apakah engkau marah kepadaku wahai Rasulullah?"

Beliau menjawab, "Malaikat telah turun dari langit untuk mendustakan celaanya kepadamu. Namun ketika engkau membela diri maka setan pun datang. Saya tidak bisa duduk jika setan itu telah datang."

Rasulullah SAW adalah manusia yang berakhlak mulia.Namun,bersama beliau ada ratusan dan ribuan sahabat mulia yang mengitarinya. Mereka adalah generasi emas yang patut  menjadi teladan bagi kita semua dalam menjaga kehormatan orang lain.

Kelima, takut siksa di Akhirat.

Rasulullah SAW  bersabda, "Barangsiapa yang menuduh seorang Muslim (menyebutkan aib,keburukan,dan kekurangannya) maka Allah akan menahannya di Jembatan Jahannam , sehingga dia mencabut apa yang dia tuduhkan." (Riwayat Abu Dawud)

Di era media sosial ini, alangkah mudahnya bagi kita menyebarkan gosip, fitnah, dan berbagai tuduhan keji kepada orang. Kejahatan-kejahatan tersebut kurang lengkap rasanya jika tidak disertai umpatan,penghinaan, pelecehan,dan penodaan terhadap kehormatan.

Terhadap hal tersebut kita mesti sadar jika neraka jahannam telah menanti kita jika sampai melakukan perbuatan tercela tersebut. Mudah-mudahan kita diselamatkan dari Neraka.  








Monday, May 2, 2016

Pelacuran Makassar


Sisi Gelap Makassar

Kita sering mendengar kata Pelacur. Dalam kamus bahasa Indonesia, "Lacur" punya makna; malang, celaka, sial, gagal, dan tidak jadi. Kesemua makna "Lacur adalah negatif atau tidak ada baiknya. Jadi pelacur punya makna orang yang selalu malang, sial, gagal, dan tidak pernah sukses, apapun yang dia kerjakan selagi dia masih melacur.

Pelacuran, dengan alasan apapun tidak dapat dibenarkan. Dalam sudut pandang agama, sosial dan budaya masyarakat. Dalam Islam mendekati zina saja dilarang, apalgi melakukan perbuatan zina. Jika melihat dampak sosialnya, pelacur tidak punya tempat di masyarakat, mereka digolongkan sebagai masyarakat rendahan, tak punya martabat dan sering diidentikkan sebagai pembawa sial di sebuah kampung atau desa. Saat orang melihatnya antara satu dengan yang lain saling main mata, dan berbisik "Ih, WTS (wanita tuna susila) lewat."

Apalagi jika kita melihat budaya Bugis dan Makassar, pelacur atau WTS jelas mengobrak abrik harkat dan derajat orang Bugis dan Makassar sebab tidak ada nenek moyang orang Bugis ataupun Makassar yang jadi pelacur. Dulu, sekedar menikah dengan mahar yang murah sudah menjadi siri', apalagi jika ada diantara keluarga mereka yang jadi pelacur, jelas ini siri, bisa saja mereka dilabuh di laut atau mereka dikucilkan sepanjang hidupnya.

Seiring dengan waktu, pergeseran budaya dalam masyarakat Bugis dan Makassar pun terjadi, 30 tahun yang lalu telah jauh berbeda sekarang. Sebutlah keberadaan cafe di Makassar tahun 80-an, di sebuah cafe hanya menghadirkan penyanyi laki-laki yang di ambil dari pengamen pinggir jalan, pakaiannyapun sopan. 
Sekarang, cafe jelas tidak memakai lagi penyanyi laki-laki, pengamen jalan, dengan pakaian sopan. Cafe jelas memilih penyanyi wanita muda, seksi, cantik, berpakain u can see, bahkan nyaris telanjang. Itu jelas ada hampir di setiap cafe, pub, karaoke dan tempat hiburan lainnya dimanapun.

Sekarang, bukan lagi sekedar cafe, wanita-wanita genit dan nakal dengan mudah akan kita jumpai di sepanjang jalan Nusantara pada waktu malam, antara jam 18 sore hingga jam 5 pagi. Mereka dengan "senang hati" menjual diri, menjajakkan kehormatan mereka, untuk dihargai dengan puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah oleh lelaki hidung belang, lelaki yang hanya ingin mencari kenikmatan sesaat.

Pelacuran di jalan Nusantara ini menjadi 'Kawasan Industri Maksiat' (KIMA) di Makassar. Mereka kadang memanfaatkan cafe, pub, karaoke, panti pijat, hotel-hotel, lorong-lorong sempit, gubuk hingga gerobak bakso. Konon dari tempat-tempat maksiat ini menjadi pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar bagi kota Makassar.
Tidak heran jika tempat-tempat maksiat tersebut terkesan 'dipelihara' baik oleh aparat polisi, TNI maupun pemerintah daerah. Baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Mereka terkesan setali tiga uang.
Polisi yang enggan menertibkan. TNI yang menjadi satpam atau bodyguardnya. Pemerintah yang tetap memberikan izin untuk usaha pelacuran atau sejenisnya. Agar pemerintah daerah tetap dapat memungut pajak dari hasil maksiat. Untuk dipakai membangun kota Makassar.

Secara teoritis, pelaku maksiat itu ada dua macam. Pertama orang yang melakukan perbuatan maksiat, kedua orang yang membiarkan kemaksiatan itu berlangsung terus menerus di depan matanya. Sementara mereka mengetahui, keduanya sama-sama berdosa. 

Pemerintah, dari presiden hingga lurah serta RT, sebaiknya ikut resah melihat maraknya pelacuran di Indonesia, terlebih saat kemaksiatan itu hadir di Sulawesi Selatan, di tengah gembar-gembor perjuangan syariat islam. Jika pemerintah daerah kita tetap membiarkan kemaksiatan itu ada, tanpa turun tangan membasminya, maka teori di atas mungkin berlaku bagi pemerintah kita. Pemerintah juga adalah pelaku maksiat. Kelak nanti, mereka sebagai pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah, akan apa yang mereka pimpin.

I K H L A S


Adab Menjaga Ikhlas

Amal kebaikan yang tidak didasari keikhlasan hanya akan menghasilkan kesia-siaan belaka. Bahkan ia bisa mendatangkan azab Allah. Sebuah amal yang dilakukan bukan karena-Nya termasuk perbuatan syirik yang tak terampuni dosanya, kecuali jika ia segera bertaubat. Allah berfirman yang artinya, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain itu bagi siapa yang dikehendakin-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (An Nisa [4] : 48). Karena itu sangat penting untuk mengetahui hal-hal yang dapat membantu kita agar dapat mengikhlaskan seluruh amal perbuatan kepada Allah semata. Diantara hal-hal tersebut adalah:

Pertama, Banyak berdoa

Rasulullah SAW sering memanjatkan doa agar terhindar dari kesyirikan, padahal beliau orang yang paling jauh dari kesyirikan. Di antara doa yang sering Rasulullah SAW panjatkan adalah: "Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui." (Hadits Shahih riwayat Ahmad)

Kedua, Menyembunyikan Amal Kebaikan

Amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain hasilnya lebih ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena Allah semata. Menurut sebuah hadits diriwayatkan Bukhari dan Muslim, ada tujuh golongan yang akan Allah naungi  pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungann-Nya. Di antara tujuh golongan itu adalah seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.

Ketiga, Takut Tidak Diterima Amalnya

Allah berfirman: "Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (Al Mu'minun [23]:60). Menurut Ibnu Katsir, ayat ini menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang mukmin adalah senang memberi, namun mereka takut akan tidak diterimanya amal perbuatan mereka tersebut.

Keempat, Tidak Terpengaruh perkataan Orang Lain

Pujian atau celaan yang menyebabkan seseorang beramal saleh, bukanlah termasuk perbuatan ikhlas. Seorang Mukmin yang ikhlas tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan ketika beramal saleh. Ketika ia mengetahui bahwa dirinya dipuji karena beramal saleh, maka tidaklah pujian tersebut kecuali hanya hanya akan membuat ia semakin tawadhu (rendah hati) kepada Allah. Ia pun menyadari bahwa pujian tersebut merupakan fitnah (ujian) baginya sehingga ia pun berdoa kepada Allah untuk menyelamatkannya dari fitna tersebut.

Kelima, Memandang Rendah Amal Kebaikan

Salah satu perbuatan yang merusak amal adalah ujub (berbangga diri). Semakin ujub seseorang terhadap amal kebaikan yang ia lakukan, maka akan semakin kecil  dan rusak keikhlasan dari amal terebut. Bahkan pahala amal kebaikan tersebut dapat hilang sia-sia. Sa'id bin Jubair berkata, "Ada orang masuk surga karena perbuatan maksiat dan orang yang masuk neraka karena amal kebaikannya". Dinyatakan kepadanya  "Bagaimana hal itu bisa terjadi?". Beliau menjawab, "Seseorang melakukan perbuatan maksiat, ia pun senantiasa takut terhadap azabAllah akibat perbuatan maksiat tersebut, maka ia pun bertemu Allah dan Allah pun mengampuni dosanya karena rasa takutnya itu. Sedangkan ada seseorang beramal baik, ia pun senantiasa bangga terhadap amalnya tersebut, maka ia pun bertemu Allah dalam keadaan demkian, maka Allah pun memasukannya ke dalam neraka."

Demikian beberapa hal yang insyaAllah mengantarkan kita berbuat ikhlas. Semoga kita termasuk hamba Allah yang bisa berbuat baik dengan rasa ikhlas. Amiin.